|
Re:Saat Teduh 7 Months, 1 Week ago
|
Karma: 4
|
|
Berkatilah siapa yang menganiaya kamu,
berkatilah dan jangan mengutuk !
( Roma 12:14 )
Berkatilah ..... ?
Mereka yang menganiaya ..... ?
Jangan mengutuk ..... ?
"Ah .... yang benar Tuhan .... ?" .....
Mungkin pertanyaan yang sama .....
Sempat keluar juga di hati kita ..... ?
"Ah .... yang benar Tuhan .... ?" .....
Untuk diucapkan .....
Atau diajarkan .....
Atau sebagai bahan renungan .....
Hal itu sih gampang saja .....
Namun ......
Bagaimana saat kita dihadapkan ......
Pada pilihan yang nyata ...... ?
Saat kita harus memilih ......
Antara memberkati dan mengutuk ....... ?
Sedangkan .....
Untuk diam dan tidak marah saja .....
Itu sudah pergumulan berat ......
Jangankan saat kita dianiaya .......
Kita bayangkan saja ......
Bagaimana saeandainya kita dicaci ...... ?
Kita difitnah ..... ?
Kita ditipu ...... ?
Kita dihina ..... ?
Kita dicurangi ..... ?
Bagaimana juga .....
Saat langkah kita dijegal ..... ?
Dan terlebih .....
Itu bukan dilakukan oleh orang lain .....
Tapi oleh teman kita sendiri ..... ?
Mereka yang kita sebut sahabat kita ..... ?
Masih mampukah kita diam ..... ?
Masih mampukah kita tidak mengutuk ..... ?
Masih mampukah kita memberkati mereka ..... ?
Mungkin .....
Inilah saatnya kita berdoa ......
Mohon kekuatan yang luar biasa dari-Nya ......
Untuk memampukan kita lakukan perintah-Nya .....
Tuhan Yesus memberkati.
sumber: PD Immanuel -jh-
|
|
|
|
|
The administrator has disabled public write access.
|
|
|
|
Re:Saat Teduh 7 Months, 1 Week ago
|
Karma: 4
|
IMAN YANG MAHAL
Bacaan: 1Petrus 1:3-9
3. Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang
karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh
kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu
hidup yang penuh pengharapan,
4 untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang
tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di
sorga bagi kamu.
5 Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena
imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia
untuk dinyatakan pada zaman akhir.
6. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu
seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian
imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana,
yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh
puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus
menyatakan diri-Nya.
8 Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu
mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang
tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan
yang tidak terkatakan,
9 karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan
jiwamu.
Pollicarpus adalah uskup kota Smirna (sekarang daerah Izmir, Turki.
Kota ini juga disebut dalam Wahyu 2:8-11). Ketika itu sedang terjadi
penganiayaan besar-besaran terhadap orang kristiani. Mereka dikejar
hendak dibunuh kalau tidak mau mengakui kaisar sebagai Tuhan.
Pollicarpus juga ditangkap. Sebenarnya, ia punya kesempatan untuk
melarikan diri, tetapi ia memilih bertahan. Kepadanya lalu diberikan
pilihan: mengakui Kaisar sebagai Tuhan atau dibakar hidup-hidup?
Jawab Pollicarpus, "Selama 88 tahun aku melayani Dia, tidak sekali
pun Yesus mengecewakan aku. Bagaimana mungkin sekarang aku menghujat
Rajaku yang telah menyelamatkan aku?" Ia akhirnya mati. Namun, ucapan
Pollicarpus di ujung usianya itu menjadi sangat terkenal, dan
menggambarkan seseorang yang bersedia mati demi mempertahankan
kesetiaan pada imannya.
Iman, seperti juga cinta, teruji pada saat yang sulit. Semakin mahal
"harga" yang harus dibayar untuk iman kita, maka semakin cemerlanglah
"kilau" yang ditampakkannya. Kesaksian hidup Pollicarpus di atas
menunjukkan hal itu. Sangat menggugah hati. Sejalan dengan yang
dinasihatkan Petrus kepada jemaatnya yang tengah menanggung rupa-rupa
pencobaan. "Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian
imanmu -- yang jauh lebih tinggi nilainya daripada emas yang fana,
yang diuji kemurniannya dengan api" (ayat 7).
Apakah saat ini iman Anda tengah mengalami tantangan dan tentangan
berbagai kesulitan? Jangan kecil hati. Lihatlah itu sebagai
kesempatan untuk "naik kelas". Berjalan terus dalam iman. Apabila
semua itu berlalu, dan Anda keluar sebagai pemenang, sungguh alangkah
indahnya, bukan? --AYA
sumber: www.sabda.org
|
|
|
|
|
The administrator has disabled public write access.
|
|
|
|
Re:Saat Teduh 7 Months ago
|
Karma: 4
|
DUTA ALLAH
Bacaan: 1Yohanes 4:7-12
7. Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling
mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang
yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.
8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab
Allah adalah kasih.
9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah
kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke
dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah,
tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus
Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian
mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
12 Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita
saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya
sempurna di dalam kita.
Pada hari ibu saya akan dioperasi, hand-phone saya terus berdering.
Satu per satu teman saya menghubungi, untuk mendoakan Ibu. Bahkan,
seorang sahabat saya berdoa puasa. Hamba Tuhan juga datang untuk
berdoa dan memberi kekuatan. Setelah operasi selesai, teman-teman dan
saudara-saudara tetap berkunjung ke rumah sakit, meski saya sudah
melarang mereka datang agar tak merepotkan. Bahkan, untuk dana
operasi dan kemoterapi yang besar, Tuhan sudah cukupkan lewat uluran
tangan banyak orang.
Pada akhirnya, ayah dan ibu saya dapat berkata, "Tuhan itu baik!"
bukan karena mengalami mukjizat spektakuler, melainkan karena
mengalami uluran tangan kasih anak-anak-Nya. Ya, lewat mereka kami
merasakan kasih Tuhan pada saat-saat paling gelap dalam hidup kami.
Kita hidup dalam dunia yang tidak sempurna. Bencana alam, sakit
penyakit, kemiskinan, dan berbagai masalah mewarnai kehidupan
manusia. Hingga banyak orang bertanya; di manakah Tuhan? Apakah Dia
mengasihi saya? Kita bisa saja memberi jawaban yang teologis, tetapi
bukan itu yang mereka butuhkan. Yang mereka butuhkan adalah kasih
nyata dari Tuhan, dan itu semua dapat mereka rasakan melalui kasih
yang kita tunjukkan. Tak seorang pun dapat melihat Allah, tetapi
mereka dapat melihat-Nya melalui kita, duta Allah. Bahkan ketika kita
merasa tidak mampu untuk mengasihi, Tuhan akan memampukan kita.
Yang Tuhan minta dari kita hanyalah ketaatan kita untuk mau mengasihi
sesama. Maukah kita menjadi duta kasih-Nya di tengah dunia yang gelap
ini? --VT
KITA ADALAH DUTA ALLAH
UNTUK MENGHADIRKAN KASIH ALLAH DI DUNIA
sumber: www.sabda.org
|
|
|
|
|
The administrator has disabled public write access.
|
|
|
|
Re:Saat Teduh 7 Months ago
|
Karma: 4
|
BUKAN SEKADAR KATA
Bacaan: Mazmur 45:1-17
1. Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Bunga bakung. Dari bani
Korah. Nyanyian pengajaran; nyanyian kasih. (45-2) Hatiku meluap
dengan kata-kata indah, aku hendak menyampaikan sajakku kepada
raja; lidahku ialah pena seorang jurutulis yang mahir.
2 (45-3) Engkau yang terelok di antara anak-anak manusia,
kemurahan tercurah pada bibirmu, sebab itu Allah telah memberkati
engkau untuk selama-lamanya.
3 (45-4) Ikatlah pedangmu pada pinggang, hai pahlawan, dalam
keagunganmu dan semarakmu!
4 (45-5) Dalam semarakmu itu majulah demi kebenaran,
perikemanusiaan dan keadilan! Biarlah tangan kananmu mengajarkan
engkau perbuatan-perbuatan yang dahsyat!
5 (45-6) Anak-anak panahmu tajam, menembus jantung musuh raja;
bangsa-bangsa jatuh di bawah kakimu.
6. (45-7) Takhtamu kepunyaan Allah, tetap untuk seterusnya dan
selamanya, dan tongkat kerajaanmu adalah tongkat kebenaran.
7 (45-8) Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan;
sebab itu Allah, Allahmu, telah mengurapi engkau dengan minyak
sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutumu.
8 (45-9) Segala pakaianmu berbau mur, gaharu dan cendana; dari
istana gading permainan kecapi menyukakan engkau;
9 (45-10) di antara mereka yang disayangi terdapat
puteri-puteri raja, di sebelah kananmu berdiri permaisuri
berpakaian emas dari Ofir.
10. (45-11) Dengarlah, hai puteri, lihatlah, dan sendengkanlah
telingamu, lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu!
11 (45-12) Biarlah raja menjadi gairah karena keelokanmu, sebab
dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya!
12 (45-13) Puteri Tirus datang dengan pemberian-pemberian ;
orang-orang kaya di antara rakyat akan mengambil muka kepadamu.
13 (45-14) Keindahan belaka puteri raja itu di dalam,
pakaiannya berpakankan emas.
14 (45-15) Dengan pakaian bersulam berwarna-warna ia dibawa
kepada raja; anak-anak dara mengikutinya, yakni teman-temannya,
yang didatangkan untuk dia.
15 (45-16) Dengan sukacita dan sorak-sorai mereka dibawa,
mereka masuk ke dalam istana raja.
16 (45-17) Para bapa leluhurmu hendaknya diganti oleh
anak-anakmu nanti; engkau akan mengangkat mereka menjadi pembesar
di seluruh bumi.
17 (45-18) Aku mau memasyhurkan namamu turun-temurun; sebab itu
bangsa-bangsa akan bersyukur kepadamu untuk seterusnya dan
selamanya.
Dalam pengantar buku Menjadi Penulis, Andar Ismail menegaskan
pentingnya isi tulisan. Ia mengatakan, "Menulis bukanlah sekadar
merangkaikan kata, melainkan menuliskan hikmat yang mencerahkan dan
menumbuhkan pembaca. Sepandai-pandainya kita menuangkan, yang lebih
menentukan adalah apa yang dituangkan. Apa gunanya menuang sebuah
botol jika isinya adalah air keruh? Atau, apa yang mau dituang dari
sebuah botol apabila botol itu masih kosong?"
Pengakuan pemazmur menunjukkan proses serupa. Mazmur-mazmurnya
tertuang dari perkara-perkara yang memenuhi hatinya. Ungkapan
"kata-kata indah", menurut konkordansi Alkitab, mengacu pada
perkara-perkara yang baik, mulia, luhur, dan benar. Ketika hal itu
meluap-luap memenuhi hatinya, ia pun tergerak untuk menggubah sajak.
Ia menulis tentang sosok yang sungguh-sungguh luhur dan mulia:
nubuatan tentang Raja yang akan datang, Tuhan Yesus Kristus, dan
jemaat-Nya yang berkemenangan.
Kehidupan kita, seperti halnya tulisan yang jujur, menyatakan apa
yang ada di dalam hati kita. Kita akan menjalani kehidupan yang baik
jika perbendaharaan hati kita meluap-luap dengan perkara-perkara yang
baik. Paulus menasihatkan agar kita memenuhi hati dan pikiran kita
dengan "semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua
yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang
disebut kebajikan dan patut dipuji" (Filipi 4:8). Hal itu akan
menggerakkan kita untuk menuliskan sajak kehidupan yang indah,
kehidupan yang mengungkapkan kasih dan ketaatan kita kepada Raja
segala raja --ARS
KEINDAHAN HATI AKAN MEMANCAR
DALAM KEINDAHAN HIDUP
sumber: www.sabda.org
|
|
|
|
|
The administrator has disabled public write access.
|
|
|
|
Re:Saat Teduh 7 Months ago
|
Karma: 4
|
|
Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis:
"Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub?
Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia,
yang demikian saleh dan jujur,
yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."
Lalu jawab Iblis kepada TUHAN:
"Apakah dengan tidak mendapat apa-apa
Ayub takut akan Allah?
( Ayub 1:8-9 )
Ampuni aku Tuhan .......
Aku sempat teriak pada-Mu ......
Aku sempat agak marah pada-Mu .....
Kecewa .....
Ya ......
Saat aku merasa ......
Aku sudah lakukan semua bagianku ......
Aku sudah lakukan yang baik .....
Aku sudah lakukan yang benar .....
Namun .....
Justru apa yang aku harapkan dari-Mu .....
Apa sudah sangat aku iman-i akan terjadi ......
Tidak aku dapatkan dari-Mu .....
Tapi ......
Kini aku tahu Tuhan .....
Engkau hanya ingin mengajakku ......
Naik ke tingkat yang lebih tinggi lagi .....
Ya .....
Engkau hanya ingin mengajarku .......
Untuk bisa mengasihi-Mu ......
Tanpa pamrih .....
Terima kasih Tuhan .....
Tuhan Yesus memberkati.
sumber: PD Immanuel -jh-
|
|
|
|
|
The administrator has disabled public write access.
|
|
|
|
Re:Saat Teduh 7 Months ago
|
Karma: 4
|
|
Maka kata Pilatus kepada-Nya:
"Tidakkah Engkau mau bicara dengan aku?
Tidakkah Engkau tahu,
bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau,
dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?"
Yesus menjawab:
"Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku,
jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas.
Sebab itu: dia, yang menyerahkan Aku kepadamu,
lebih besar dosanya."
( Yohanes 19:10-11 )
Ampuni aku Tuhan .....
Kadang aku gunakan wewenangku .....
Kuasa dalam jabatanku ......
Sekehendak hatiku ......
Aku salahgunakan itu .....
Untuk melampiaskan amarahku ......
Untuk memuaskan balas dendamku .....
Untuk menyatakan kebencianku ......
Aku lupa Tuhan .....
Bahwa keputusan yang salah itu ......
Bukan hanya berakibat .....
Pada satu orang yang aku benci itu ......
Tapi juga mungkin ......
Seisi rumah mereka .....
Keluarga mereka .....
Dan terlebih .....
Aku lupa Tuhan ......
Engkaulah yang memberi kuasa itu ......
Jabatan itu ......
Dan .....
Aku telah menyalahgunakannya .....
Ampuni aku Tuhan ......
Pimpin aku ......
Supaya lebih bijak lagi .....
Menggunakan kuasa yang Engkau berikan padaku .....
Tuhan Yesus memberkati.
sumber: PD Immanuel -jh-
|
|
|
|
|
The administrator has disabled public write access.
|
|
|
|